Udah lama ga update blog, meskipun masih TS yang masih menanti untuk diselesaikan. Tapi ga ada salahnya menyisihkan sedikit waktu untuk blog ini. Mudah-mudahan inspirasi TS makin mantap hahaha....
Kalau di bilang instan itu identik dengan mie instan dalam kasus ini kurasa cocok lah.. Ide dasarnya adalah melihat perkembangan manusia sekarang yang serba cepat. Gak gitu jelas jg buat awak, apakah ini merupakan tuntutan hidup atau nafsu manusia yang menuntut hidup itu sendiri terlebih dahulu. Namun, pastinya suka tidak suka generasi yang telah disebut muda dan yang akan disebut muda harus sadar bahwa dunia hampir tidak mengenal lagi istilah LAS atau Lambat Asal Selamat.
Pernah dengan kalimat yang bunyinya kira2 seperti ini " Sesuatu yang gampang diperoleh akan gampang pula lepasnya" Jika kata gampang diganti dengan kata instan maka "Sesuatu yang instan dipeoleh akan instan pula lepasnya". Gimana cocok kira-kira..???
Terlepas cocok atau tidak cocok, mari kita sedikit membayangkan sebuah kisah yang mungkin pernah terjadi pada diri kita atau orang di sekitar kita. Katakan saja tentang orang-orang yang tidak ingin terpisah dari sebuah benda yang sudah tua. Bukan karena benda itu mahal, tapi justru karena suatu kenangan yang melekat pada benda tersebut. Kenangan kalau boleh aku bilang merupakan sebuah PROSES yang dilewati oleh orang tersebut dengan benda itu.
Aku tidak mengatakan bahwa instan itu tanpa proses, tapi instan memangkas proses. Biasanya ketika proses terpangkas maka kenangan akan terpangkas dan harga sebuah benda akan ikut terpangkas.
Aku cuma ingin mengatakan bahwa instanisme telah memangkas nilai sesuatu. Ketika dulu ukhuwah dibangun dengan berkumpul di sebuah tempat, sekarang ukhuwah terbangun dengan berkumpul disebuah room chat atau forum online. Ketika dulu orang bersusah payah untuk mencari ilmu, sekarang dengan mudah akses informasi terbuka dengan lebar bahkan terkadang terlalu lebar.
Boleh jadi apa yang di gambarkan dalam film "Wall E" menjadi sebuah kenyataan nantinya. Sekelompok makhluk bertulang belakang yang tidak bisa tegak untuk berdiri. Karena semuanya telah serba instan, serba otomatis dan serba mudah.
NB : Semoga imajinasiku tidak akan pernah terjadi...
1 komentar:
kunjungan pertama. Opini yang bagus sobat.. salam
Post a Comment